MPL ID S16: Reyy Akui Dewa United Harus Banyak Improve Usai Kembali Takluk dari Bigetron
Laga panas MPL ID Season 16 menghadirkan duel sengit antara Dewa United dan Bigetron Alpha. Sayangnya bagi skuad DEWA, pertarungan tersebut harus berakhir dengan kekalahan lagi dari rival lama mereka. Kekalahan ini memaksa kapten dan star player mereka, Reyy, untuk angkat suara dan mengakui bahwa timnya masih membutuhkan banyak peningkatan.
Kekalahan ini merupakan pukulan telak bagi Dewa United yang sedang berjuang untuk konsisten menduduki posisi puncak klasemen. Sebagai pemain kunci, Reyy tidak menutup-nutupi kelemahan timnya dan secara terbuka menyoroti area-area yang perlu diperbaiki dengan segera.
Kronologi Kekalahan dan Titik Balik Pertandingan
Pertandingan berlangsung alot sejak awal game. Meski sempat unggul dalam beberapa fase, Dewa United tampak kesulitan menutup permainan dengan baik. Bigetron Alpha, yang bermain dengan lebih agresif dan disiplin di menit-menit penentu, berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.
Momen kritis terjadi pada game penentu, di mana kesalahan posisi (miss positioning) dan timing engage yang kurang tepat dari Dewa United dimanfaatkan dengan baik oleh Bigetron. Pundit168 mencatat, inkonsistensi di late game masih menjadi momok menakutkan bagi Dewa United dalam match ini.
BACA JUGA: MPL ID S16: Jelang Laga Hidup-Mati EVOS vs ONIC, Kairi Cs Di Atas Angin?
Sorotan Reyy: Pengakuan dan Kritik Diri
Usai pertandingan, Reyy tidak mencari-cari alibi. Dengan sikap profesionalnya, ia secara gamblang mengakui bahwa performa timnya belum maksimal.
-
Masalah Konsistensi: Reyy menyebut bahwa timnya sering kali tidak mampu mempertahankan momentum saat sudah memegang keunggulan. “Kami harus lebih fokus dan disiplin. Banyak momentum yang terbuang karena kesalahan kami sendiri,” ujarnya.
-
Komunikasi di Menit Krusial: Ia juga menyentuh soal koordinasi dan komunikasi, terutama ketika situasi game sudah kacau. Keputusan untuk bertarung (teamfight) atau menghindar sering kali tidak kompak.
-
Mentalitas Menutup Game: “Kami harus belajar cara menutup game dengan lebih bersih. Tidak boleh ada ruang bagi lawan untuk bangkit,” tambah Reyy, menekankan pentingnya killer instinct.
Pengakuan jujur dari sang kapten ini menunjukkan kedewasaannya dan tekad untuk segera berbenah.
Tantangan Dewa United Menuju Babak Crucial
Dengan hasil ini, perjalanan Dewa United di MPL ID S16 semakin terjal. Mereka harus segera menemukan formula yang tepat agar bisa bersaing dengan tim papan atas seperti ONIC Esports dan RRQ Hoshi. Beberapa hal yang harus mereka perbaiki berdasarkan analisis Pundit168 adalah:
-
Draft Pick yang Lebih Adaptif: Strategi draft pick Dewa United seringkali terlihat kaku dan mudah ditebak oleh lawan.
-
Map Control yang Lebih Baik: Bigetron berhasil mendikte pergerakan map, menunjukkan bahwa Dewa United perlu kerja ekstra dalam hal rotasi dan kontrol wilayah.
-
Mental di Pressure Situations: Tim perlu latihan mental untuk tetap tenang dan membuat keputusan tepat di bawah tekanan tinggi.
Kesimpulan: Lelah tapi Jangan Menyerah
Kekalahan dari Bigetron Alpha dan pengakuan dari Reyy adalah alarm peringatan bagi Dewa United. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri sebelum babak regular season berakhir. Kunci utama ada pada bagaimana tim ini bisa belajar dari kesalahan, meningkatkan konsistensi, dan memperkuat mental bertarung.
Bagi para penggemar, ini adalah momen untuk terus mendukung. Perjalanan masih panjang, dan sebuah kekalahan bisa menjadi pelajaran berharga menuju kesuksesan di kemudian hari. Pantau terus perkembangan MPL ID S16 hanya di Pundit168!