Kekalahan telak harus diterima RRQ Hoshi pada pekan ketujuh MPL Indonesia Season 16. Sang raksasa esports Indonesia ini tumbang dengan skor 0-2 dari Team Liquid ID dalam laga yang berlangsung sengit. Kekalahan ini semakin mendorong posisi RRQ ke pinggir jurang di klasemen, membuat masa depan mereka di MPL ID S16 berada dalam bahaya besar.
Kekalahan ini merupakan pukulan berat, terutama karena terjadi di tangan tim yang notabene berada di posisi menengah-bawah klasemen. Performa RRQ yang tidak kunjung stabil sepanjang musim ini semakin menimbulkan tanda tanya besar.
Jalannya Pertandingan yang Menyedihkan bagi RRQ
Kedua game berlangsung dengan pola yang mirip bagi RRQ: awal yang cukup menjanjikan, tetapi diikuti oleh kolaps di menit-menit penentu.
-
Game 1: RRQ sempat unggul dalam hal kill dan gold di fase awal. Namun, sebuah kesalahan positioning dalam berebut Lord menjadi titik balik. Team Liquid ID, dengan momentum yang percaya diri, membalikkan keadaan dan memenangkan game pertama.
-
Game 2: Tekanan mental tampak jelas pada permainan RRQ. Mereka bermain lebih ragu-ragu dan melakukan beberapa kesalahan individual yang dimanfaatkan dengan brilian oleh Team Liquid ID. Kekalahan di game kedua pun tidak terelakkan.
Kekalahan 0-2 ini menunjukkan masalah mendalam RRQ dalam hal konsistensi dan kemampuan menutup permainan.
Posisi RRQ di Klasemen: Benar-Benar di Ujung Tanduk
Setelah kekalahan ini, posisi RRQ di klasemen MPL ID S16 semakin kritis. Mereka terperangkap di zona degradasi atau di posisi yang sangat berbahaya.
-
Dengan hasil ini, RRQ kesulitan untuk mengejar tim di atasnya.
-
Setiap kekalahan berikutnya akan semakin mengokohkan posisi mereka di dasar klasemen.
-
Ancaman degradasi ke MDL Indonesia untuk musim depan kini menjadi sangat nyata dan menakutkan.
Ini adalah situasi yang tidak terbayangkan bagi tim sekaliber RRQ, yang dikenal sebagai salah satu dynasty MPL Indonesia. Bagi para analis Pundit168, ini adalah titik terendah yang pernah dialami RRQ dalam beberapa season terakhir.
BACA JUGA: MPL ID S16: EVOS Menang, Dewa United Esports Melenggang ke Playoffs!
Akar Masalah RRQ: Lebih Dari Sekadar Kekalahan
Berdasarkan pantauan Pundit168, masalah RRQ tampaknya multidimensi:
-
Draft Pick yang Dipertanyakan: Komposisi hero yang dipilih seringkali terlihat kaku dan kurang memiliki power spike yang jelas dibandingkan lawan.
-
Kurangnya Pemimpin di Dalam Game (IGL): Dalam situasi kritis, RRQ terlihat kehilangan suara untuk mengambil keputusan. Mereka seringkali terlihat bingung antara memilih untuk fight atau mundur.
-
Kinerja Individu yang Fluktuatif: Pemain-pemain bintang mereka seperti Lemon dan Sanz kerap tidak bermain secara simultan. Ketika satu orang tampil bagus, yang lain justru underperform.
-
Mental Block: Kekalahan beruntun tampaknya telah menciptakan beban mental yang berat. Mereka tampak takut untuk mengambil risiko dan bermain tanpa percaya diri.
Apa yang Harus Dilakukan RRQ?
Waktu untuk berbenah semakin sempit. Beberapa langkah darurat yang harus diambil RRQ:
-
Evaluasi Total Strategi: Perlu perubahan drastis dalam approach drafting dan gameplay, mungkin dengan memaksimalkan comfort hero pemain.
-
Perbaikan Komunikasi: Menetapkan satu suara sebagai shotcaller utama untuk menghindari kebingungan dalam situasi kritis.
-
Pertahankan Mental: Tim perlu pendampingan psikolog untuk membangkitkan kembali kepercayaan diri dan mental juara yang menjadi ciri khas RRQ.
Kesimpulan: Saatnya Bertarung demi Harga Diri
Kekalahan dari Team Liquid ID ini adalah alarm peringatan terakhir bagi RRQ Hoshi. Mereka tidak lagi sekadar bertarung untuk gelar, tetapi untuk harga diri dan kelangsungan mereka di MPL ID.
Jika tidak ada perubahan signifikan, mimpi buruk degradasi bisa menjadi kenyataan. Seluruh komunitas RRQ dan pecinta MPL menanti kebangkitan sang Raja. Semoga mereka bisa bangkit dari keterpurukan ini.
Pantau terus perkembangan dramatis MPL ID S16 hanya di Pundit168!