Hari kedua babak Swiss Stage di League of Legends World Championship 2025 (Worlds 2025) telah usai dan membawa narasi yang semakin jelas: dominasi LCK (LOL Champions Korea) semakin kokoh, sementara perwakilan LEC (LOL EMEA Championship) masih berjuang mencari momentum dan kemenangan penting.
Babak Swiss Stage, dengan format menantang di mana tim harus meraih tiga kemenangan untuk lolos atau tiga kekalahan untuk tersingkir, mulai memisahkan yang kuat dari yang lemah.
LCK: Kekuatan yang Konsisten dan Mengerikan
Semua perwakilan LCK — T1, Gen.G, Hanwha Life Esports (HLE), dan Dplus KIA — terus menunjukkan performa gemilang. Mereka tidak hanya menang, tetapi melakukannya dengan cara yang dominan dan meyakinkan.
-
T1, dengan sang legenda Faker yang masih perkasa, menunjukkan koordinasi tim dan pemahaman makro yang hampir sempurna.
-
Gen.G tampil sebagai mesin pembunuh yang efisien, dengan lini mid dan bot mereka yang sangat agresif.
-
Hanwha Life Esports (HLE) dan Dplus KIA juga membuktikan bahwa kedalaman region Korea tidak ada duanya.
Kemenangan beruntun mereka di hari kedua semakin mengukuhkan LCK sebagai region yang paling ditakuti dan favorit utama juara. Analis Pundit168 mencatat, draft pick yang disiplin dan eksekusi tanpa cacat menjadi kunci superioritas mereka.
LEC: Berjuang di Bawah Tekanan
Sementara itu, perjalanan region Eropa, LEC, terasa berat. Tim-andalan seperti G2 Esports, Fnatic, dan Karmine Corp harus berjuang ekstra keras.
-
G2 Esports berhasil meraih kemenangan penting, menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan strategi khas mereka yang tidak terduga.
-
Fnatic, setelah sempat terpuruk, tampil lebih baik tetapi masih terlihat ragu-ragu dalam menutup permainan.
-
Karmine Corp dan tim LEC lainnya harus menelan kekalahan yang membuat posisi mereka di babak Swiss semakin terjepit.
Tekanan Worlds tampaknya masih membebani beberapa tim LEC. Menurut observasi Pundit168, masalah utama mereka terletak pada konsistensi dan kemampuan beradaptasi terhadap tempo cepat yang diterapkan oleh tim-tim dari Asia.
BACA JUGA: Guide untuk Thamuz Revamp MLBB: Raja Lava Kembali Membara di META Fighter dengan Sustain Brutal
Sorotan Pertandingan Krusial
Beberapa laga di hari kedua ini benar-benar menentukan:
-
T1 vs G2 Esports: Duel epik ini dimenangkan oleh T1, tetapi G2 sempat memberikan perlawanan sengit di fase awal.
-
Gen.G vs Fnatic: Gen.G menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan Fnatic secara meyakinkan, memperlihatkan kesenjangan makro yang lebar.
-
JD Gaming (LPL) vs Karmine Corp (LEC): Tim China ini mengamankan kemenangan, menambah kesulitan bagi perwakilan Eropa.
Peta Klasemen Sementara
Setelah Day 2, peta klasemen Swiss Stage mulai terbentuk:
-
Rekor 2-0 (Mendekati Lolos): Diisi oleh tim-tim LCK seperti T1 dan Gen.G, serta beberapa tim kuat LPL.
-
Rekor 1-1 (Zona Netral): Di sinilah sebagian besar tim LEC dan LCS (North America) berada. Pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu hidup dan mati.
-
Rekor 0-2 (Di Ambang Eliminasi): Beberapa tim, termasuk underdog dan satu dua tim yang performanya mengecewakan, sudah berada di ujung tanduk.
Prediksi dan Lanjutan ke Day 3
Hari ketiga babak Swiss Stage akan mempertemukan tim-tim dengan rekor yang sama. Laga-laga seperti G2 vs tim LPL atau Fnatic vs tim LCK akan menjadi pertarungan hidup dan mati bagi kebanggaan Eropa.
Jika LEC tidak segera menemukan solusi untuk melawan disiplin dan agresi tim Timur, kita bisa menyaksikan pemandangan suram bagi region tersebut di Worlds 2025.
Kesimpulan
Worlds 2025 Swiss Stage Day 2 semakin mempertegas narasi dominasi Korea. LCK terlihat seperti kekuatan yang tak terbendung, sementara LEC masih berjuang mencari bentuk terbaik mereka di panggung dunia.
Saksikan lanjutan aksi seru Worlds 2025 dan pantau terus perkembangan, hasil, dan analisis mendalamnya hanya di Pundit168!