Riot Games telah meluncurkan anthem resmi untuk League of Legends World Championship 2025 (Worlds 2025), dan kali ini membawa gelombang nostalgia yang dalam bagi para penggemar lama. Lagu yang penuh emosi ini secara mengejutkan dan mengharukan memberikan penghormatan khusus kepada Maciej “Shushei” Ratuszowicz, salah satu pionir legendaris di awal era kompetitif LoL.
Shushei, yang terkenal sebagai anggota Fnatic yang memenangkan World Championship pertama pada tahun 2011, dikenang karena inovasinya yang membawa meta baru, terutama dengan permainan AP Alistar dan Gragas-nya yang ikonik di mid lane.
Bagaimana Tribute Tersebut Disampaikan?
Tribute kepada Shushui tidak disampaikan secara gamblang, melainkan melalui elemen-elemen simbolis yang dalam throughout anthem:
-
Visual Musik Video (MV): MV anthem Worlds 2025 menyisipkan adegan siluet karakter Alistar dan Gragas yang sedang menggunakan skin Fnatic klasik, persis seperti yang sering digunakan Shushei di masa jayanya.
-
Lirik yang Bermakna: Beberapa baris lirik dalam lagu, seperti “The pioneer’s call, an echo through the ages” dan “They laughed until the meta fell apart”, ditafsirkan banyak penggemar sebagai bentuk apresiasi terhadap Shushei dan Fnatic 2011 yang berani melawan arus dan mendefinisikan ulang cara bermain game.
-
Sample Suara yang Familiar: Telinga tajam penggemar juga mendeteksi adanya sample suara efek skill AP Alistar dan Gragas yang diselipkan dengan halus di bagian bridge lagu.
Penggemar dan analis di Pundit168 sepakat bahwa ini adalah salah satu tribute terdalam dan paling thoughtful yang pernah dilakukan Riot Games dalam anthem Worlds.
BACA JUGA: Fruit Tea World Games MLBB Competition 2025: Turnamen Amatir Bergengsi dengan Dukungan RRQ
Mengapa Tribute Ini Sangat Berarti?
Penghormatan kepada Shushei ini memiliki makna yang sangat besar bagi komunitas, karena:
-
Mengenang Akar Sejarah: Worlds 2025 adalah ajang yang sangat modern, tetapi Riot tidak melupakan akar sejarahnya dan para pemain yang meletakkan fondasi esports LoL seperti sekarang.
-
Merayakan Inovasi: Shushei adalah simbol inovasi. Dengan menghormatinya, Riot juga menyampaikan pesan bahwa Worlds adalah tempat untuk terobosan dan pemikiran di luar kotak.
-
Menghubungkan Generasi: Tribute ini menjadi jembatan antara generasi tua penggemar LoL yang menyaksikan Fnatic 2011, dengan generasi baru yang mungkin belum mengenal nama Shushei.
-
Pengakuan untuk Para Pelopor: Banyak legenda awal LoL yang kariernya singkat dan sering terlupakan. Tribute ini adalah pengakuan bahwa kontribusi mereka abadi.
Reaksi Komunitas dan Shushei Sendiri
Komunitas global, terutama di Eropa, menyambut anthem ini dengan luapan emosi. Banyak yang menyebutnya sebagai “masterpiece” dan “surat cinta untuk para penggemar lama”.
Shushei sendiri, yang kini telah pensiun dari dunia profesional, menyampaikan rasa terharunya melalui media sosial. “Aku tidak menyangka akan dilihat lagi seperti ini. Terima kasih, Riot. Ini sangat berarti bagiku dan bagi Fnatic 2011. Ini untuk kalian semua, para fans lama!” tulisnya.
Kesimpulan: Sebuah Anthem yang Lebih Dari Sekadar Lagu
Anthem Worlds 2025 tidak hanya berhasil menciptakan hype untuk turnamen yang akan datang, tetapi juga berhasil menyentuh hati dengan penghormatan yang tulus kepada salah satu pelopor yang mengubah sejarah permainan.
Ini membuktikan bahwa esports bukan hanya tentang trofi dan kemenangan saat ini, tetapi juga tentang warisan, sejarah, dan menghargai mereka yang telah membuka jalan. Worlds 2025 tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga merayakan perjalanan 15+ tahun League of Legends.
Jangan lewatkan Worlds 2025! Pantau terus berita, jadwal, dan analisis mendalamnya hanya di Pundit168.